KONSEP BERMAIN PADA ANAK

BAB II

PEMBAHASAN

 

2.1  PENGERTIAN

Bermain merupakan suatu aktivitas dimana anka dapat melakukan atau mempraktikkan keterampilan, memberikan ekspresi terhadap pemikiran, menjadi kreatif, mempersiapkan diri untuk berperan dan berprilaku dewasa. Sebagai suatu aktivitas yang memberikan stimulasi dalam kemapuan keterampilan, kognitif, dan afektif maka sepatutnya diperlukan suatu bimbingan, mengingat bermain bagi anak merupakan suatu kebutuhan bagi dirinya sebagaimana kebtuhan lainnya seperti kebutuhan makan, kaebuthan rasa aman, kebutuhan kasih sayang dan lain-lain. Sebagai kebutuhan sebaiknya juga perlu diperhatikan secara cermat bukan hanya dijadikan mengisi kesibukan atau mengisi waktu luang. Perhatian selama proses bermain pada anak-anak sangat penting mengingat dalam proses bermain dapat ditemukan kekurangan dari kebutuhan bermain seperti kreativitas anak, perkembangan mental dan emosi yang harus diarahkan agar sesuai dengan proses kematangan perkembangan.

2.2  FUNGSI

  1. Perkembangan Sensorimotor
  • Memperbaiki keterampilan motorik dasar dan halus serta koordinasi
  • Meningkatkan perkembangan semua indra
  • Mendorong eksplorasi pada sifat fisik dunia
  • Memberikan pelampiasan kelebihan energi
  1. Perkembangan intelektual
  • Memberikan sumber-sumber yang beranekaragam untuk pembelajaran
  • Ekplorasi dan manipulasi bentuk,ukuran,tekstur, warna
  • Pengalaman dengan angka,hubungan yang renggang, konsep abstrak
  • Kesempatan untuk mempraktikan dan memperluas keterampilan berbahasa
  • Memberikan kesempatan untuk melatih pengalaman masa lalu dalam upaya mengasimilasinya ke dalam persepsi dan hubungan baru
  • Membsntu anak memehami dunia di mana mereka hidup dan membedakan antara fantasi dan realita

 

  1. Perkembangan sosialisasi dan moral
  • Mengajarkan peran orang dewasa, termasuk perilaku peran seks
  • Memberikan kesempatan untuk menguji hubungan
  • Mengembangkan keterampilan social
  • Mendorong interaksi dan perkembangan sikap yang positif terhadap orang lain
  • Menguatkan pola  prilaku yang telah disetujui dan standar moral
  1. Kreativitas
  • Memberikan saluran ekspresif untuk ide dan minat yang kreatif
  • Memungkinkan fantasi dan imajinasi
  • Meningkatkan perkembangan bakat dan minat khusus
  1. Kesadaran diri
  • Memudahkan perkembangan identitas diri
  • Mendorong  pengaturan perilaku sendiri
  • Memungkinkan pengujian pada kemampuan sendiri (keahlian sendiri)
  • Memberikan perbandingan antara kemampuan sendiri dan kemampuan orang lain
  • Memungkinkan kesempatan untuk belajar bagaimana perilaku sendiri dapat mempengaruhi orang lain
  1. Nilai terapeutik
  • Memberikan pelepasan stress dan ketegangan
  • Memungkinkan ekspresi emosi dan pelepasan impuls yang tidak dapat diterima dalam bentuk yang secara social dapat diterima
  • Mendorong percobaan dan pengujian situasi yang menakutkan dengan cara yang aman
  • Memudahkan komunikasi verbal tidak langsung dan nonverbal tentang kebutuhan, rasa takut dan keinginan

 

2.3  KEUNTUNGAN BERMAIN

Banyak keuntungan-keuntungan yang dipetik dalam bermain antara lain :

Membuang ekstra energi

Mengoptimalkan pertumbuhan seluruh bagian tubuh, seperti tulang, otot dan organ-organ

Aktivitas yang dilakukan dapat meningkatkan nafsu makan anak

Anak belajar mengontrol diri

Berkembangnya berbagai keterampilan yang akan berguna sepanjang hidupnya

Meningkatkan daya kreativitas

Mendapatkan kesempatan menemukan arti dari benda-benda yang ada disekitar anak

Merupakan cara untuk mengatasi kemarahan, kekhawatiran, iri hati dan kedukaan

Kesempatan untuk belajar bergaul dengan anak lainnya

Kesempatan untuk menjadi pihak yang kalah maupun yang menang di dalam bermain

Kesempatan untuk belajar mengikuti aturan-aturan

Dapat mengembangkan kemampuan intelektualnya

 

2.4  KECENDERUNGAN UMUM SELAMA ANAK-ANAK

Usia : Bayi

Karakter sosial bermain : Soliter (sendiri)

Isi bermain : Afektif-sosial

Tipe paling lazim dari bermain : sensorimotor

Karakteristik aktivitas spontan : kesenangan

Tujuan bermain dramatik : identitas diri

Perkembangan rasa etik : –

 

Usia : Todler

Karakter sosial bermain : Paralel

Isi bermain : imitatif

Tipe paling lazim dari bermain : gerakan tubuh

Karakteristik aktivitas spontan : penilaian intuitif

Tujuan bermain dramatik : mempelajari peran jender

Perkembangan rasa etik : memulai nilai-nilai moral

 

Usia : Pra-sekolah

Karakter sosial bermain : Asosiatif

Isi bermain : Imajinatif

Tipe paling lazim dari bermain : Fantasi, permainan informal

Karakteristik aktivitas spontan : Pembentukan konsep, Ide konstan yang beralasan

Tujuan bermain dramatik : meniru kehidupan social, mempelajari peran sosial

Perkembangan rasa etik : mengembangkan perhatian pada teman-teman bermain, belajar untuk berbagi dan bekerja sama

 

Usia : usia sekolah

Karakter sosial bermain : kooperatif

Isi bermain : permainan kompetitif dan kontes , fantasi

Tipe paling lazim dari bermain : aktivitas fisik, aktivitas kelompok, permainan formal, bermain peran

Karakteristik aktivitas spontan : menguji situasi konkrit dan pemecahan masalah, menambahkan informasi baru

Tujuan bermain dramatik : penguasaan pengalaman orang lain

Perkembangan rasa etik : loyalitas sebaya, bermain dengan aturan, kepahlawanan

 

Usia : Remaja

Karakter sosial bermain : kerjasama

Isi bermain : permainan kompetitif dan kontes, mimpi siang hari

Tipe paling lazim dari bermain : interaksi sosial

Karakteristik aktivitas spontan : pemecahan masalah abstrak

Tujuan bermain dramatik : menunjukkan ide-ide

Perkembangan rasa etik : penyebab dan proyek.\

 

2.5  PEDOMAN KEAMANAN BERMAIN

Pemilihan

  • Pilih mainan yang sesuai dengan keterampilan, kemampuan dan minat anak
  • Pilih mainan yang man untuk anak tertentu ; lihat label yang menunjukkan kelompok usia yang sesuai. Mainan yang aman untuk suatu usia mungkin tidak aman untuk usia lain
  • Untuk bayi, toddler, dan semua anak yang masih memasukkan objek-objek ke mulut, hindari mainan dengan bagian-bagian yang kecil yang dapat menimbulkan bahaya tersedak dan aspirasi yang fatal. Mainan pada kategori ini biasanya di label : “ tidak dianjurkan untuk anak dibawah 3 tahun “
  • Untuk bayi hindari mainan dengan kawat atau kabel yang panjangnya 17 cm atau lebih, karena dapat menyebabkan ia tercekik
  • Untuk anak di bawah 8 tahun, hindari mainan listrik dengan elemen pemanas
  • Untuk anak dbawah 5 tahun, hindari panah atau papan panahan.
  • Periksa adnya label keamanan seperti”tahan api” atau “tahan panas”.
  • Pilih mainan yang cukup tahan lama untuk permainan kasar, lihat untuk kekokohan konstruksi seperti mata, hidung, atau bagian kecil lainnya.
  • Pili mainan dengan tepi halus atau kasar. Hindari mainan dengan tepi tajam yang dapat memotong atau mempunyai ujung yang tajam. Ujung pada bagian dalam mainan dapat menusuk bila mainan tersebut patah.
  • Hindari mainan dengan objek tembakan atau lemparan yang dapat mencederai mata.
  • Hal ini termasuk mainan dimana peluru, seperti stik atauu batu kerikil dapat digunakan sebagai pengganti untuk proyek tersebut.
  • Panah dan papan panahan yang digunakan oleh anak, harus berujung tumpul dan dibuat dari bahan pegas. Pastikan ujung terletak dengan aman.
  • Pastikan bahwa bahan-bahan pembuat mainan tersebbut tidak beracun.
  • Hindari mainan yang membuat kebisingan yang dapat merusak kebisingan yang dapat merusak pendengaran.
  • Mainan yang berdecit sekalipun akan terlalu keras bila dibunyikan didekat telinga
  • Bila memilih penutup untuk menutupi senjata, cari label yang diharuskan oleh negara atau tipe pelindung lain. Periksa untuk memastikan baahwa ujung tersebut aman.
  • Bila memilih mainan senjata, pastikan bahwa barel atau keseluruhan senjata berwarna terang untuk menghindari kesalahan dengan senjata yang sebenarnya.
  • Periksa instruksi mainan untuk kejelasan. Instruksi ini harus jelas untuk orang dewasa dan bila tepat untuk anak-anak.

 

PENGAWASAN

  • Pertahankan lingkungan bermain yang aman.
  • Singkirkan dan buang penutup plastic dengan segera, pembungkus ini dapat menyumbat pernapasan.
  • Singkirkan mainan-maina yang besar, bantalan benturan, dan kotak-kotak dari bantalan bermain, anak yang sangat berani dapat menggunakan alat-alat tersebut sebagai alat untuk memanjat atau terjatuh
  • Susun “aturan dasar” untuk bermain
  • Awasi anak kecil dengan cermat selama bermain
  • Ajarkan anak tentang bagaimana caranya menggunakan mainan dengan tepat dan aman
  • Instruksikan anak yang lebih besar untuk menyimpan mainan mereka jauh dari saudara yang lebih kecil, teman
  • Jaga agar anak yang sedang bermain dengan mainan mainan yang dapat dikendarai agar jauh dari tangga, tanjakan, lalu lintas dan kolam renang
  • Tetapkan dan kuatkan aturan mengenai pakaian pelindung
  • Tegaskan bahwa anak memakai helm ketika mengendarai sepeda, skateboard, in-line skate
  • Tegaskan bahwa anak memakai sarung tangan dan pelindung pergelangan, siku dan lutut ketika bermain skate board atau in-line skate
  • Instruksikan anak tentang keamanan listrik
  • Ajarkan anak tentang cara yang tepat untuk melepaskan mainan listrik dari terminal stop kontaknya, tarik stop kontaknya, buak kabelnya
  • Ajarkan anak untuk memperhatikan alat-alat listrik dan bahkan mainan yang dioperasikan dengan listrik, seringkali anak tidak mengenal bahwa listrik ada hubungannnya dengan air
  • Ajarkan anak tentang keamanan penggunaan alat dalam situasi yang dapat menyebabkan cedera seperti gunting, pisau, jarum, elemen pemanas atau loop, kawat panjang atau kabel

 

 

 

 

PEMELIHARAAN

  • Inspeksi mainan yang lama dan baru secara teratur untuk melihat adanya kerusakan, bagian yang kendor,  dan bahaya potensial lain
  • Cari adanya tepi yang tajam atau bergerigi atau bagian yang patah yang dapat menimbulkan bahaya tersedak
  • Periksa bagian yang dapat digerakkan untuk memastikan alat ini dilekatkan dengan aman pada mainan menjadi berbaahaya bila dilepaskan
  • Periksa semua mainan diluar rumah secara teratur untuk adanya karat dan bagian-bagian yang sudah lemah atau tajaam yang dapat membahayakan anak
  • Periksa kabel listrik dan stop kontak untuk melihat adanya bagian yang terputus atau menjuntai
  • Pertahankan mainan dalam kondisi baik, tanpa tanda bahaya yang mungkin seperti tepi tajam, serpihan, tampak lemah atau berkarat
  • Lakukan perbaikan dengan segera atau buang jauh dari jangkauan anak
  • Kikir mainan kayu yang tajam atau haluskan permukaannya
  • Gunakn hanya cat berlabel “non toksik” untuk mencat ulang mainan, kotak mainan, atau perabot anak.

 

PENYIMPANAN

  • Berikan tempat yang aman untuk menyimpan mainan anak
  • Pilih kotak atau boks mainan yang berventilasi, bebas dari alat pengunci yang dapat menjebak anak di dalamnya dan berikan design penutup bukan untuk menjepit jari anak atau menjatuhi kepala anak
  • Bila wadah lain yang digunakan untuk menyimpan barang-barang, wadah ini harus disesuaikan dengan alat penyokong bila memiiliki penutup untuk meenghindari anak terjebak dan kekurangan napas
  • Ajarkan anak untuk menyimpan mainan dengan aman dalam upaya mencegah cedera kecelakaan dari tergelincir, terjebak atau jatuh karena mainan
  • Alat bermain yang berarti untuk anak-anak yang lebih besar dan orang dewasa harus disimpan di tempat yang tinggi di lemari tertutup, atau di area lain yang tidak dapat dijangkau oleh anak kecil

 

 

2.6  KARAKTERISTIK BERMAIN SELAMA TAHAP USIA BAYI s/d PRA SEKOLAH

  • Bermain di Masa Bayi

Usia

(bulan)

Stimulasi Visual Stimulasi Auditoris Stimulasi Taktil Stimulasi Kinetik
Aktivitas yang dianjurkan        
Lahir-1
  • Lihatlah bayi pada jarak dekat
  • Gantungkan objek terang berkilat dalam jarak 20-25 cm dari wajah bayi dan di garis tengah
  • Gantungkan mobil-mobilan dengan desain hitam dan putih
    • Bicara pada bayi, bernyanyi dengan suara lembut
    • Mainkan kotak musik, radio, televisi
    • Latakkan jam berdetik atau metronom di dekatnya
      • Gendong, belai, dan sayang
      • Pertahankan agar bayi hangat
      • Mungkin suka dibedong
      • Ayun bayi, tempatkan di kereta
      • Gunakan carriage untuk berjalan-jalan
 

 

 

 

 

 

 

 

         
2-3
  • Berikan objek terang
  • Buat agar ruangan terang dengan gambar dan cermin
  • Bawa bayi ke berbagai ruangan sambil melakukan tugas
  • Tempatkan bayi di kursi bayi untuk pandangan vertikal pada lingkungan
    • Bicara pada bayi
    • Masukkan dalam kebersamaan keluarga
    • Pajankan pada berbagai kebisingan lingkungan selain kebisingan rumah saja
    • Gunakan mainan yang jika digoyangkan akan mengeluarkan suara (mis: kerincingan)
      • Belai bayi sambil mmandikan, pada penggantian popok
      • Sisir rambut dengan sikat halus
      • Gunakan pengayun bayi
      • Bawa ke mobil untuk berkendara
      • Latih tubuh dengan menggerakkan ekstremitas dalam gerakan berenang
      • Gunakan ayunan gim
         
4-6
  • Tempatkan bayi di depan cermin tidak dapat pecah
  • Berikan mainan berwarna terang untuk di pegang (cukup kecil untuk di genggam)
    • Bicara pada bayi, ulangi bunyi yang dibuat bayi
    • Tertawa bila bayi tertawa
    • Panggil bayi dengan namanya
    • Remas kertas yang berbeda di telinga bayi
    • Tempatkan mainan yang jika digoyangkan akan mengeluarkan bunyi atau bel di tangan bayi
      • Berikan pada bayi mainan remasan yang lembut dengan berbagai tekstur
      • Biarkan mencebur di saat mandi
      • Tempatkan tubuh bayi  yang telanjang di atas permadani yang lembut dan halus dan gerakkan ekstremitas
      • Gunakan ayunan atau stroller
      • Lambungkan bayi dipangkuan sambil memegangnya dalam posisi berdiri
      • Sokong bayi dalam posisi duduk, biarkan bayi condong ke depan untuk keseimbangan diri
      • Tempatkan bayi di lantai untuk merangkak, berguling, duduk
 
         
6-9
  • Berikan pada bayi mainan yang besar dengan warna terang, bagian yang dapat bergerak, dan dapat berbunyi
  • Tempatkan cermin yang tidak dapat pecah dimana bayi dapat melihat dirinya
  • Mainkan ciluk ba, khususnya menyembunyikan wajah di balik handuk
  • Buat wajah lucu untuk mendorong imitasi
  • Berikan bola rajutan atau benang untuk ditarik
    • Panggil bayi dengan namanya
    • Ulangi kata sederhan seperti “dada” “mama” “daag-daag”
    • Bicara dengan jelas
    • Sebutkan nama bagian tubuh, orang, dan makanan
    • Beri tahu bayi apa yang anda lakukan
    • Gunakan “tidak” hanya bila perlu
    • Berikan perintah sederhan
    • Tunjukkan bagaimana menepuk yangan, memukul drum
      • Biarkan bayi bermain dengan kain dari berbagai tekstur
      • Berikan mangkuk yang berisi makanan dengan ukuran dan tekstur yang berbeda untuk dirasakan
      • Biarkan bayi “menangkap” air mengalir
      • Anjurkan anak untuk “berenang” di bak besar atau kolam dangkal
      • Berikan gumpalan plester yang lengket untuk memanipulasi
      • Pegang tegak untuk merasakan beban berat badan dam lambungkan
      • Naikkan, kata “naik”
      • Turunkan, kata “turun”
      • Tempatkan mainan di luar jangkauan, dorong bayi mengambilnya
      • Mainkan pat-a-cake
         
9-12
  • Tunjukkan pada bayi gambar yang besar di dalam buku
  • Bawa bayi ke tempat dimana ada bintang, banyak orang, objek berbeda (pusat perbelanjaan)
  • Mainkan bola dengan menggelindingkannya ke anak, dan ajarkan untuk melakukan “lemparan” kembali
  • Demonstrasikan cara pembangunan menara dua-blok
    • Bacakan untuk bayi cerita nina bobo sederhana
    • Tunjukkan bagian tubuh dan sebutkan salah satunya
    • Tiru bunyi binatang
    • Berikan pada bayi makanan yang dipegang dengan tekstur yang berbeda-beda
    • Biarkan bayi menghancurkan dan memberantakkan makanan
    • Biarkan bayi merasakan objek dingin (es batu) atau hangat, katakan berapa suhu masing-masing objek tersebut
    • Berikan bayi merasakan angin sepoi-sepoi
    • (tiupan kipas angin)
    • Berikan mainan besar yang dapat ditarik dorong
    • Tempatkan perabot dalam lingkaran untuk mendorong pengeksplorasian
    • Kembalikan pada posisi yang berbeda
Mainan yang dianjurkan        
Lahir-6
  • Mobil mainan anak-anak
  • Cermin yang tidak dapat pecah
  • Lihat pelindung benturan
  • Selimut berwarna kontras
  • Kotak musik
  • Mobil musik
  • Bel keranjang bayi
  • Mainan kecil yang jika digoyangkan akan mengeluarkan bunyi dan dapat dipegang
  • · Mainan binatang
  • · Pakaian halus
  • · Selimut kapas lembut atau halus
  • · Mobil halus
  • · Keranjang/ayunan
  • · Mainan yang diperberat atau dihisap
  • · Ayunan bayi
6-12
  • Berbagai blok berwarna
  • Kotak atau cangkir berjaring
  • Buku dengan cerita dan gambar yang terang
  • Benang dengan diameter besar
  • Mainan dengan bagian yang mudah dilepas
  • Bola besar
  • Cangkir dan sendok
  • Puzzle besar
  • Jack-in-the-box
  • Mainan yang jika digoyangkan akan menumbulakan bunyi (kerincing) dengan ukuran, bentuk, dan suara yang berbeda serta berwarna terang
  • Binatang dan boneka yang berdecit
  • Rekam musik yang ringan dan berirama
  • · Binatang-binatangan dan boneka dengan tekstur yang lembut dan berbeda-beda
  • · Mainan beringga, mainan yang mengapung
  • · Mainan yang dapat diremas-remas
  • · Mainan yang untuk digigit
  • · Buku-buku dengan tekstur atau objek seperti bulu binatang dan resleting
  • · Boks aktivitas untuk keranjang bayi
  • · Mainan yang dapat didorong dan ditarik
  • · Ayunan angin
    • Bermain Selama Masa Todler

 

Perkembangan Fisik Perkembangan Sosial Perkembangan mental dan Kreativitas
Aktivitas yang dianjurkan    
  • Beri ruang untuk mendorong aktivitas fisik
  • Beri kotak mainan, ayunan, dan alat bermain lain
    • Berikan replika alat-alat orang dewasa dan alat untuk bermain imitatif
    • Izinkan anak untuk “membantu” tugas orang dewasa
    • Anjurkan untuk bermain imitatif
    • Berikan mainan dan aktivitas yang memungkinkan ekspresi perasaan
    • Izinkan anak untuk bermain dengan bebrapa hal aktual yang digunakan di dunia orang dewasa, misalnya: biarkan anak untuk membantu mencuci piring atau bermain dengan panci dan penggorengan atau alat-alat lain (periksa keamana)
      • Berikan permainan air
      • Anjurkan untuk membentuk, menggambar dan mewarnai
      • Berikan tekstur yang berbeda pada objek untuk bermain
      • Berikan kotak yang besar dan wadah lain yang aman untuk permainan imajinatif
      • Bacakan cerita yang sesuai dengan usia
Mainan yang dianjurkan    
  • Mainan yang dapat ditarik atau didorong
  • Kuda-kudaan yang dapat bergoyang
  • Mainan yang dapat dikendarai
  • Bola
  • Balok (yang tidak dicat)
  • Papan ketuk
  • Gym yang rendah dan seluncur
  • Ember dan sekop kecil
  • Containers
  • Adonan mainan
    • Musik dan rekaman mainan atau tape recorder
    • Dompet
    • Mainan rumah tangga
    • Telepon mainan
    • Piring, kompor, meja, dan kursi mainan cermin
    • Wayang, boneka-bonekaan
      • Puzzle kayu
      • Buku yang berisi gambar pakaian
      • Kertas, cat jari, kerayon tebal
      • Balok
      • Manik-manik besar bertali
      • Sepatu kayu
      • Program TV yang tepat

 

  • Bermain Selama Usia Pra-sekolah

 

Perkembangan Fisik Perkembangan Sosial Perkembangan Mental dan Kreativitas
Aktivitas yang dianjurkan    
  • Memberikan ruang untuk anak untuk belari, melompat, dan memanjat
  • Ajarkan anak untuk berenang
  • Ajarkan olahraga dan aktivitas yang sederhana
    • Anjurkan interaksi dengan anak-anak tetangga
    • Halangi anak jika ia menjadi destruktif
    • Daftarkan anak ke sekolah khusus untuk anak-anak prasekolah
      • Anjurkan usaha yang kreatif dengan bahan mentah
      • Membaca cerita
      • Pantau tontonan televisi
      • Hadirkan teater dan peristiwa budaya lainnya yang sesuai dengan usia anak
      • Ajaklah anak berjalan-jalan sejenak ke taman, pantai, museum
Mainan yang dianjurkan    
  • Papan jungkat-jungkit
  • Perosotan dengan tinggi sedang
  • Ayunan yang dapat diatur
  • Kendaraan yang dapat dikendarai
  • Sepeda roda tiga
  • Mengurangi kolam
  • Kereta sorong
  • Kereta luncur
  • Wagon
  • Roller skates
    • Rumah mainan berukuran anak
    • Boneka
    • Piring,meja
    • Papan setriks dan setrikanya
    • Mesin kasir dan mesin tulis mainan
    • Truk, mobil, kereta, pesawat
    • Baju-baju mainan untuk berdandan
    • Carriage boneka, tempat tidur, dan kursi tingginya
    • Peralatan dokter dan perawat
    • Paku, palu, dan gergaji
    • Alat-alat berdandan, alat tata rias dan alat cukur mainan
      • Buku-buku
      • Puzzle jigsaw
      • Mainan bermusik (xilophone, piano maianan, drum, terompet)
      • Permainan gambar
      • Guntuing tumpul, lem, kertas
      • Kertas koran, krayon, cat poster, kuas besar, cat jari easel
      • Mainan bermusik dan berirama
      • Papan flanel dan secarik kain yang berwarna dan berbentuk
      • Pregummed berbentuk geometrik (berwarna)
      • Rekaman, tape
      • Papan tuli dan kapur (berwarna dan putih)
      • Rangkaian konstruksi kayu dan plastik
      • Kaca pembesar, magnet

 

 

2.7  TERAPI BERMAIN PADA ANAK YANG DIHOSPITALISASI

Fungsi bermain di rumah sakit

  • Fasilitasi penguasaan situasi yang tidak familiar
  • Beri kesempatan untuk membuat keputusan dan control
  • Bantu untuk mengurangi stress terhadap perpisahan
  • Beri kesempatan untuk mempelajari tentang bagian-bagian tubuh, fungsinya, dan penyakit atau kecacatan sendiri
  • Perbaikai konsep-konsep yang salah tentang penggunaan dan tujuan peralatan dan prosedur medis
  • Beri peralihan dan relaksasi
  • Bantu anak untuk merasa lebih aman dalam lingkungan yang asing
  • Beri cara untuk mengurangi tekanan dan untuk mengekspresikan perasaan
  • Anjurkan untuk berinteraksi dan mengembangkan sikap-aikap yang positif terhadap orang lain
  • Beri cara untuk mencapai tujuan-tujuan terapeutik

 

Menggunakan bermain dalam prosedur

PROYEK-PROYEK YANG MELIBATKAN RUTINITAS RUMAH SAKIT DAN LINGKUNGAN

BERMAIN BAHASA

  • Sebutkan kata kerja yang ditemukan di rumah sakit dan apa yang mereka laukukan atau bagaimana mereka digunakan ; kenali gambar dan kata peralatan rumah sakit dan atau cocokan kata kerja tersebut.
  • Susun kat kerja rumah sakit ( kata – kata pada kartu ) ke dalm orang, tempat, dan barang.
  • Sebutkan peralatan yang ditemukan dirumah sakit. Salah satu anak memberi gambaran penggunannya, dan anak yang lain menebak alat mana yang digambarkan.
  • Minta anak menulis, mengilustrasikan cerita:”rumah sakit di masa depan”,sesuatu yang saya suka dan tidak saya suka di rumah sakit.”
  • Simpan jurnal dengan gambar ( hanya dengan keterangan atau cerita ),”Saya di Rumah Sakit,” “ Bagian tubuh saya yang sakit,” “Dokter saya” “Perawat Saya” “Ruangan Saya”, “ Ruangan Saya” “Saya di Rumah dan Keluarga Saya.”Teman Sekamar Saya” “Sebelum Saya Sakit” “Setelah Saya Sakit”.

 

ILMIAH

  • Pelajari tentang sistem tubuh. Sebutkan, urutkan berdasarkan abjab, buat sebuah gambar, buat organ dari tanah lempung atau lilin mainan, minta anak untuk mengidentifikasi bagian sistem tubuh mana yang terlibat dalam masalah medis.
  • Pelajari tentang nutrisi secara umum dan alasan diet khusus.
  • Diskusikan bagaiman cara kerja obat, traksi, dan gips, bagaimana kesembuhan itu memerlukan waktu.

MATEMATIKA

  • Gunakan materi rumah sakit untuk mendiskusikan, sistemmetrik dan membuat anak semakin familiar dengan berat, panjang, dan volume badan. Untuk secara rutin dalam satuan dan objek rumah sakit yang tepat.
  • Masalah kata rumah sakit, gunakan situasi rumah sakit ( mis, Jika setiap perawat bekerja 8 jam per shift dan anak perlu enam perawat pad setiap shift berapa banyak perawat yang kamu perlukan untuk satu hari)

 

ILMU SOSIAL

  • Berapa banyak jumlah pekerjaan yang ada di rumah sakit?. Anak yang lebih tua usianya dapat menjelaskan dengan detail tentang keahlian dan pendidikan yang diperlukan untuk pekerjaan – pekerjaan tersebut.

GEOGRAFI

  • Buat peta tentang unit atau rumah sakit.
  • Buat peta tentang apa yang dilihat dari jendela rumah sakit-cari pada peta letak kota/desa/propinsi.

RIWAYAT

  • Teliti sejarah rumah sakit, sejarah cabang ilmu kedokteran atau profesi kedokteran, cari tahu lebihbanyak tentang orang terkenal Dallam sejarah kedokteran ( hipocrates, Florence Nightingale, Clara Barton, Roentgen ) atau penemuan-penemuan dan kemajuan di bidang medis ( lensa pertama, penemuan penisilin )

INTERAKSI DENGAN EPARTEMEN DAN KARYAWAN RUMAH SAKIT

  • Lakukan kunjungan lapangan ke kafetaria, dapur, laboratorium hewan, tempat bersejarah di rumah sakit, kantor (catatan medis,dll)
  • Minta karyawan rumah sakit untuk bercerits tentang profesi mereka (insinyur listrik, keamanan, rumah tangga, perawat, dokter, teknisi, humas, pekerja social, ahli farmasi, ahli terapi okupasi dan fisik)
  • Minta staf mengajarkan bagian dari pelajaran (perawat atau dokter mendiskusikan bagaimana obat-obat tersebut bekerja, teknisi menjelaskan tentang sinar-x, ahli diet menjelaskan tentang aspek nutrisi)

 

AKTIVITAS BERMAIN UNTUK PROSEDUR KHUSUS

Masukan cairan

  • Buat es lollipop dengan menggunakan jus kesukaan anak.
  • Potong agar-agar menjadi bentuk-bentuk yang lucu (untuk membuat agar-agar yang cukup keras, gunakan setengah dari jumlah air yang dianjurkan)
  • Buat permainan menghisap bila membalikkan halaman buku atau dalam permainan seperti permainan “Simon Says “
  • Gunakan cangkir obat yang kecil, gambari cangkir tersebut
  • Warnai air dengan pewarna makanan atau campuran bubuk minuman
  • Buat pesta teh ; lakukan di meja kecil
  • Minta anak mengisi spuit dan menyemprotkannya ke dalam mulutnya atau gunakan untuk mengisi cangkir kecil yang didekorasi
  • Potong sedotan menjadi dua dan tempatkan dalam wadah kecil (agar anak lebih mudah untuk menghisap cairan)
  • Hiasi sedotan tersebut – potong rancangan kecil dengan dua lubang dan masukan sedotan melewatinya; tempatkan stiker kecil di sedotan
  • Gunakan sedotan “gila”
  • Buat “ poster kemajuan “ ; berikan pujian bila anak mau minum dalam jumlah yang telah ditentukan.

Nafas Dalam

  • Tiup gelembung dengan peniup gelembung
  • Tiup gelembung dengan sedotan (tanpa sabun)
  • Tiup pinwheel, bulu ,peluit, harmonica, balon, terompet mainan, peniup pesta
  • Praktikan instrument band
  • Lakukan kontes meniup dengan menggunakan balon, kapal, bola kapas, bulu, kelereng, bola pingpong, selembar kertas; tiup suatu objek di permukaan meja, air, melalui lubang, ke udara, terhadap penahan, atau ke atas dan ke bawah suatu benang
  • Hisap kertas atau kain dari satu wadah ke awadah lain dengan menggunakan sedotan
  • Gunakan botol tiupan dengan air berwarna untuk memindahkan air dari satu sisi ke sisi lain
  • Cerita drama, seperti “ Saya akan marah dan akan saya tiup rubuh rumah kamu “ dari “ The three little pigs “
  • Lakukan menggambar dengan tiupan sedotan
  • Tarik nafas dalam dan “tiup lilin” pada kue ulang tahun
  • Gunakan kuas kecil untuk “ mengecat” kuku dengan air dan tiup kuku sampai kering

Rentang gerak dan penggunaan ekstremitas

  • Lemparkan kantong kacang pada target yang diam atau dapat bergerak, gulung kertas ke dalam keranjang sampah
  • Sentuh atau tendang balon Mylar yang digantung atau dipegang dalam posisi yang berbeda (bila anak memakai traksi, balaon digantung pada trapeze)
  • Mainkan “ tickle toes “ lakukan sesuai permintaan
  • Mainkan permainan Twister atau “Simon Says”
  • Mainkan permainan pura-pura atau tebak-tebakan, seperti mengikuti seekor burung, kupu-kupu, kuda
  • Lakukan lomba balap sepeda roda tiga atau kursi roda di area yang aman
  • Lakukan permainan menendang dan melempar bola dengan bola busa yang lembut di tempat yang aman
  • Posisikan tempat tidur sehingga anak harus memutar badannya jika ingin melihat televisi atau pintu keluar
  • Memanjat didnding seperti “laba-laba“
  • Objek-objek kecil seperti koin dan kelereng serta sarung tanagn yang seperti karet atau balon tidak aman untuk digunakan anak kecil karena adanya kemungkinan bahaya aspirasi dan sufokasi
  • Berpura-pura mengajarkan dansa “aeorobik” atau latihan ; anjurkan orang tua untuk berpartisipasi
  • Anjurkan unuk berenang, bila mungkin
  • Mainkan video games atau pinball (gerakan motorik halus)
  • Mainkan permainan “ petak-umpet” sembunyikan mainan di mana saja di tempat tidur (atau ruangan, bila anak mampu berambulasi) dan minta anak mencarinya dengan menggunakan tangan atau kaki
  • Berikan tanah liat untuk dimainkan dengan jari
  • Cat atau buat gambar di kertas besar yang diletakkan di lantai atau dinding
  • Anjurkan untuk menyisir rambutnya sendiri : bermain “salon-salonan” dengan “ pelanggan” dalam posisi yang berbeda.

Berendam

  • Bermain dengan mainan atau objek kecil( cangkir, spuit, sabun cuci ) dalam air.
  • Cuci boneka atau mainan
  • Tambahkan gelembung-gelembung pada air mandi bila diijinkan, gerakkan gelembung untuk membuat bentuk atau “monster”
  • Mengambil kelereng, koin dari dasar wadah.
  • buat design dengan koin di dasar wadah
  • berpura – pura untuk membuat perahu atau kapal selam dengan menjaganya agar tetap tercelup.
  • Potong suatu design dalam spon kering atau gunakan kapsul mainan yang dijual yang berisi design dan direndam agr air hangat agar design tersebut menjadi besar ( gunakan kapsul untuk anak di atas usia 3 tahun )
  • Bacakan cerita untuk anak selama berendam, bernyanyilah bersama anak, atau laskukan permainan seperti kartu, checker, atau permainan papan lainnya ( bila kedua tangan direndam, gerakkan potongan papan tersebut untuk anak)
  • Berikan pada anak sesuatu untuk didengar ( music, cerita ) atau dilihat ( viewmasker, buku, dll)
  • Isi sebuah cangkir plastic yang sebagian bawahnya dilubangi, dan buatlah “hujan” dia tas anak tersebut.

Injeksi

  • Biarkan anak memegang spuit, vial, swab alcohol dan berikan injeksi pada boneka atau binatang mainan.
  • Gunakan spuit untuk menggambari kue dengan frosting, cat semprot, atau target tusukan ke dalam wadah.
  • Gmbarkan “lingkaran ajaib” di area injeksi sebelum injeksi dilakukan, gambarkan wajah tersenyum dalm lingkaran setelah injeksi, tetapi hindari menggambar pada sisi yang disuntik.
  • Biarkan anak mempunyai “koleksi” spuit (tanpa jarum), buat objek-objek kreatif yang “liar” dengan spuit-spuit tersebut.
  • Bila dilakuakn injeksi multiple atau pungsi, buatlah “poster kemajuan” , beri pujian atas jumlah injeksi yang sudah ditentukan sebelumnya.
  • Minta anak menghitung sampai 10 atau 15 selama injeksi.

 

Ambulasi

  • Berikan pada anak sesuatu untuk didorong.

Toddler-mainan tarik dorong

Usia sekolah-mendekorasi tiang infuse.

Remaja-seorang bayi di kursi roda atau stroller.

  • Membuat parade membuat topi, drum, dll
  • Memperluas lingkungan ( pasien ditraksi dll )
  • Buat tempat tidur menjadi bentuk kapal atau pesawat dengan dekorasi.
  • Tempatkan cermin agar pasien dapat melihat sekeliling pasien.
  • Gerakkan tempat tidur pasen dengan sering, khususnya ke ruang bermain, koridor atau keluar.

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s